-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad 20 Mei 2007) Diiringi musik khas Jepang yang menyentak-nyentak penuh kejutan di layar mula-mula muncul huruf Cina ‘’koku’’ yang dibaca oleh orang Jepang dengan tiga cara yaitu ‘’kuro’’, ‘’kuroi’’, ‘’kuromu’’, ‘’kurozumu’’ artinya ‘’hitam’’, lalu di bawahnya muncul pula huruf Cina ‘’u’’ yang dibaca oleh orang Jepang sebagai ‘’ame’’ artinya ‘’hujan’’. Film Jepang
-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad 22 April 2007) Kalau Anda sampai ke India, sempat melihat Taj Mahal dan mengunjungi makam Akbar, singgah jugalah ke desa Kako di Bihar, karena ada suatu kubur yang sangatlah istimewa di situ. Istimewa? Istimewanya ialah itu kubur seorang yang dianggap suci, sebangsa wali atau orang keramat. Biasanya wali keramat itu seorang lelaki tapi Bîbî Kamâlo yang empunya kubur
-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad 13 Mei 2007 )Beberapa orang guru yang telah bertungkus lumus dan berhempas pulas menuntun para siswa mereka memperkenalkan, berakrab dan menggauli sampai menyatukan diri dengan kesusastraan seperti yang dilakukan oleh Musa Ismail, Hafney Maulana, MT Siallagan, dan lain-lain seyogianya perlu mendapat perhatian masuyarakat sastra dan masyarakat umumnya.
-
(dimuat di Riau Pos 01 April 2007 )Nama ‘’Cyberpunk” bermula dari sebuah fiksi yang terbit pada tahun 1982 karya Bruce Bethke. Tepatnya pengarang fiksi sains itu menggunakan kata ‘’cybernetics” untuk menyatakan tentang suatu jenis sains yang menggantikan tempat manusia sehingga kalau kita memakai pengamatan filsuf Jean-François Lyotard maka sosok makhluk-tak-makhluk, manusia-tak-manusia,
-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad 08 April 2007) Françoise Sagan ialah seorang gadis Perancis yang mulai menulis roman sulungnya pada usia 18 tahun. Raymond Radiguet, seorang pemuda tanggung yang sudah berhasil menyiapkan karya perdananya pada usia 15 tahun. Akan tetapi baik Françoise Sagan maupun Raymond Radiguet bukanlah pengarang ‘’chicklit’’ atau ‘’teenlit’’. Meskipun
-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad 15 April 2007) Kepakarannya sebagai seorang peroboh nyaris seorang penceroboh menyebabkan namanya riuh-rendah disebut di serata dunia selama parohan kedua kehidupannya. Namun ia sendiri sering mengulangi ungkapan sendu yang tumbuh barangkali dari kedalaman hati, katanya (dalam terjemahan bahasa Inggeris) keadaan dirinya (yang juga berarti
-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad 04 Maret 2007)Kalau Léopold Sédar Senghor ialah penyair yang menjadi Presiden Negara, Václav Havel ialah dramawan yang menjadi Presiden Negara. Senghor menjadi Presiden Sénégal di Afrika sejak negeri itu merdeka dari Perancis pada tahun 1960 sampai 31 Desember 1980 ketika ia meletakkan jabatan. Dan Havel menjadi Presiden Republik Cek di Eropa Tengah dari tahun
-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahada 25 Maret 2007) Terjemahan ialah jembatan. Penerbit Balai Poestaka di Batavia yang juga menerbitkan karya-karya terjemahan seperti membuat jembatan yang menghubungkan suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Dalam rentang masa selama 82 tahun kehidupannya Nur Sutan Iskandar telah berbuat banyak kepada kesusastraan Indonesia. Ia lahir di Sungai Batang, Maninjau,
-
(Dimuat di Riau Pos Edisi Ahad 8 Maret 2007 )Suatu pagi beberapa hari yang lalu, Bung Sudjatie, pengelola Pusat Dokumentasi dan Perpustakaan Riau Pos melambai ketika lewat di depan pintu Sagang. ‘’Ada Label France, pak. Sudah lama tak datang. Menumpuk!’’ Dengan riang saya menjemput ke sebelah (perpustakaan itu bersebelahan dengan Sagang). Dalam Label France No 57 1st rubrik Literature ada
-
(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad, 11 MAret 2007) Eréndira tak menghiraukan lelaki itu. Dia mendedas berlari ke arah angin, lebih laju dari rusa, dan tak suatu suarapun di dunia ini dapat menghentikannya. Tanpa menoleh dia mencapai ke batas tempat sains alam kelautan berakhir dan gurun pun bermula, namun dia terus berlari dalam hujan panas jarum-jarum emas matahari terbenam yang tak pernah terbenam
-
Rampai adalah oksigen bagi otakku. Setidaknya jika hendak mencoretkan sesuatu. Kebuntuan selalu berakhir di Rampai. Setelah membacanya, akan mengalir kembalilah inspirasi yang tadi mampet. Sungguh, kukagumi Hasan Junus. Beberapa kali kulihat wajahnya di koran terbitan Pekanbaru. Hm, inikah sosok yang menyemangati seorang Rida hingga menuntaskan novelnya? Aku tentu tak seberuntung itu, mengenalnya