Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4
Khotbah 21 Juni 2009
Perki Den Haag
Minggu ke-3 setelah Pentakosta
Hati-hatilah akan Pengajar Palsu
Teks Alkitab: Galatia 1:6-10
Selamat hari Ayah!
Akhirnya kita punya juga hari ayah di mana para ayah akan mendapatkan kado dari anak-anaknya dari uang yang diberikan oleh ayahnya sendiri. Dari kita, oleh kita, untuk kita.
Pada tahun 2004 Indonesia dihebohkan oleh berita dari kota Bandung. Kita semua mungkin pernah mendengar kisah tentang sebuah sekte yang percaya bahwa hari kiamat akan datang pada tanggal tertentu (saya lupa tanggal berapa tepatnya). Gerakan yang berpusat di Bandung ini memiliki pengikut yang cukup besar jumlahnya, dan hebatnya lagi, mereka berasal dari beberapa daerah di seluruh Indonesia. Pemimpin sekte ini adalah Pdt. Mangapin Sibuea. Dia berhasil mempengaruhi para pengikutnya sedemikian rupa sehingga mereka bersedia menjual harta bendanya, meninggalkan keluarganya, dan mengikut dia.
Bukan hanya di Indonesia, hal seperti ini juga ada di Jepang, di Amerika Serikat, dan di beberapa negara di Eropa. Polanya hampir sama. Mereka sama-sama menunggu kedatangan hari kiamat, dan sangat percaya kepada kata sang pemimpin yang mereka yakini sebagai seorang nabi. Di Jepang, mereka bahkan menaruh gas sarin di terowongan kereta bawah tanah, sehingga lebih 500 orang meninggal pada waktu itu. Di Amerika Serikat, pengikut sekte kiamat ini mematuhi pimpinannya dan semuanya bunuh diri. Bahkan ada seorang David Koresh dari Waco, yang mengaku dirinya adalah Yesus.
Hal terbaru yang cukup menghebohkan adalah seorang Jose Miranda, yang tinggal di Miami, kelahiran Puerto Rico dan mendirikan gerakan Creciendo en Gracia (Growing In Grace International Ministry, Inc.), sebuah gerakan yang mengajarkan doktrin ‘karunia’. Dia mengaku sebagai Yesus Kristus yang datang kembali dan juga sebagai AntiKristus. Dia meminta pengikutnya untuk menggunakan angka 666 sebagai tanda kedatangannya sebagai Kristus. Dia sendiri mentato 666 di lengannya. Dia menyebut dirinya sendiri “Jesucristo Hombre“ yang diterjemahkan sebagai “The Man Christ Jesus”. Creciendo en Gracia telah didefinisikan sebagai sekte oleh ahli bidang ini Rick Ross, dan Steven Hassan. Dia sendiri memisahkan banyak orang dengan keluarganya dan mengambil kekayaan mereka untuk kepentingan kelompok ini.
Karena penasaran, saya mencari list orang-orang yang pernah mengaku sebagai Yesus Kristus. Kalau list ini benar, maka kita memiliki 11 orang inkarnasi Yesus yang masih hidup sampai sekarang.
- Hong Xiuquan – self-proclaimed “little brother” of Jesus Christ. He formed an army that fought in the Taiping Rebellion, which ultimately caused the deaths of over 25 million people.
- Ahn Sang-hong – South Korean man worshiped by World Mission Society Church of God
- José Luis de Jesús Miranda – Organizer of Growing in Grace who claims that the resurrected Christ “integrated himself within me”.
- Sun Myung Moon – Founder of the Unification Church, who considers himself the second coming of Christ, but not Jesus himself.
- Jung Myung Seok – Founder of Providence Church, who also considers himself the second coming of Christ, but not Jesus himself.
- Ariffin Mohamed – Also known as “Ayah Pin”, the founder of the banned Sky Kingdom in Malaysia. He claims to be the incarnation of Jesus, as well as Muhammad, Shiva, and Buddha.[1
- Ayya Vaikundar – According to Akilattirattu Ammanai, the scripture of Ayyavazhi, Narayana, who was one among the trinity in Vaikundar was the one who incarnated as Jesus.
- Matayoshi Jesus – In 1997 he established the World Economic Community Party based on his conviction that he is the God and Christ.
- Apollo C. Quiboloy – A Filipino pastor who claims to be the Christ. He has also marked Bro. Eli Soriano as being condemned to hell.
- Arnold Potter, schismatic Latter Day Saint leader; called himself “Potter Christ”.
- Charles Manson – Founder of “The Family”.
- Sergei Torop – a Russian who claims to be “reborn” as Vissarion, the returned Jesus Christ. He founded the Church of the Last Testament and the spiritual community Ecopolis Tiberkul in Southern Siberia.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus.
Jemaat Galatia adalah Jemaat yang langsung dilayani oleh Paulus. Perkembangan Gereja di sana sangat baik sampai Paulus mengabarkan Injil ke tempat lain. Tidak lama setelah Paulus pergi mereka disesatkan oleh Surat Paulus ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran salah itu, supaya mereka kembali taat kepada ajaran yang benar. Persekutuan Jemaat Galatia terancam oleh para pengajar Yahudi yang menekankan pentingnya perbuatan dalam memperoleh keselamatan. Sementara Paulus mengajarkan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman. Paulus mengatakan hal ini untuk menentang kaum legalis (orang-orang Yahudi) yang cenderung mementingkan aturan dan Hukum Taurat daripada iman kepada Kristus.
Untuk menghadapi permasalahan ini Paulus menulis surat ini kepada Jemaat di Galatia. Paulus mengatakan bahwa dia heran melihat begitu cepat Jemaat Galatia berbalik dari ajaran yang disampaikannya (ay. 6). Karena itu Paulus memperingatkan mereka untuk tidak mendengar injil lain selain Injil yang diberitakan oleh Paulus. Dia hendak mengatakan bahwa Injil itu hanya ada satu dan tidak mungkin lagi berbeda, biarpun dia diajarkan oleh malaikat sekalipun (ayat. 8). Hal yang ingin ditekankan di sini adalah keutuhan dan kekonsistenan Injil dari masa ke masa.
Alasan mengapa Paulus begitu berani mengklaim bahwa hanya Injil yang dia beritakanlah yang asli adalah karena dia mengutamakan kepentingan Allah. Ini adalah ciri yang membedakan Paulus dengan pengajar palsu yang lain. Para pengajar palsu yang menyesatkan Jemaat waktu itu bertujuan untuk menarik mereka dari ajaran Paulus mengenai iman kepada Yesus yang menyelamatkan. Mereka ingin menerapkan sejumlah hukum Musa yang akhirnya akan menguntungkan diri mereka sendiri. Ini adalah tujuan utama para pengajar palsu, selalu untuk menguntungkan diri sendiri dan bukan untuk melayani Tuhan.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus,
Hal yang bisa kita ambil sebagai pesan Paulus kepada kita adalah bahwa para pengajar palsu semakin banyak berada di sekitar kita. Bukan hanya Jemaat baru yang bisa tergoda, Jemaat yang sudah lama percaya kepada Injil pun bisa tertipu.
Seperti cerita di awal, banyak sekali pengajar palsu yang berada di sekitar kita saat ini. Mereka bisa muncul dalam berbagai bentuk dan ajaran. Umumnya, para pengajar palsu ini adalah orang yang memiliki kharisma yang besar, sehingga anggotanya bisa mematuhi perintahnya, bahkan untuk menghilangkan nyawa orang lain atau nyawanya sendiri. Mereka memiliki pengikut yang setia, dan bisa jadi dalam jumlah yang besar.
Namun, Paulus mengingatkan kita, bahwa salah satu cara untuk mengetahui kesalahan mereka adalah dengan melihat maksud mereka melaksanakan gerakan itu. Umumnya mereka yang memimpin sekte baru akan selalu mementingkan diri sendiri, meminta anda untuk menjual harta, atau meminta kepatuhan sepenuhnya. Saudara-saudara, berhati-hatilah akan pengajar palsu, periksalah apakah mereka mengutamakan kepentingan Allah atau kepentingan manusia.
Biasanya mereka ini hanya akan mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Ciri-ciri sekte biasanya memiliki pimpinan yang kharismatik di mana pengikutnya seperti dipisahkan dari dunia. Mereka biasanya akan mencuci otak para pengikutnya dengan menguras energi dan mendoktrin mereka, serta mengambil banyak uang dari pengikutnya atas nama perintah Tuhan.
Kita adalah hamba Kristus dan bukan hamba pemimpin gereja, sekte, atau apapun juga. Adalah tugas kita untuk saling mengingatkan dan menguatkan saudara kita mengenai para pengajar palsu ini. Saudara-saudara Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa siapa saja bisa terjebak ke dalam ajaran para pengajar palsu. Salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah dia benar atau tidak adalah dengan melihat tujuan ajarannya. Apakah dia memang untuk manusia atau untuk Allah? Semoga Allah menguatkan kita berpegang teguh kepada Injilnya.
Share on Facebook
Viewed 1486 times by 450 viewers