“Forbes In Pictures: World’s Friendliest Countries”, [bit.ly] Malaysia at 5th n Indonesia’s not even on the list.
Management Tip: 3 Tips to Avoid Wasting Time Online [bit.ly]
GOOD NEWS: Overweight by 10 kg when you’re over 70 is not so bad says study in Australia [bit.ly]
Justice: Smokers are at risk from own second-hand smoke [is.gd]
Dutch raise EUR 100 million for Haiti [shar.es]
Demi suksesnya program bidang keagamaan,Kafe malam dilarang buka malam Jumat di Gorontalo.Hubungannya?Malam Jumat aja? [bit.ly]
Ribuan ayam mati krn flu burung di Purbalingga,dipotong jadi makanan lele dumbo. Sekarang harus hati2 makan ayam + LELE [bit.ly]
Good article for ipad owner wannabes, and see all the comments
[www.techcrunch.com]
Had a talk w/@beatrixsusanto about health n searched ways to increase metabolism [bit.ly] n food to boost it [bit.ly]
Are you a secret cyberstalker? Always checking out an ex on Facebook or followed their Twitter feed? Read this .. [bit.ly]
Family 2010 style: (1)The no-man Mum, (2)The Gay Dads, (3)The Sister Act, (4)The Grand-Mum, and (5)The Part-Time Dad. [bit.ly]
Pig heads left at Malaysian mosques after Allah row suspected was done by the same people who bomb the churches [bit.ly]
McDonald’s outlet in the Netherlands was wrong to sack an employee for giving a friend a piece of cheese on a hamburger.[bit.ly]
The winter is here to stay in January. Over 40 people die as Europe shivers in new cold snap – and 200 in Poland alone. [bit.ly]
Watch out for a Dominic Baronet, he gets 12 girls pregnant out of facebook chat, two of them on same day [bit.ly]
Again: Indonesian maid dies in Malaysia [bit.ly]
Do you remember Hollywood movies more than history? Apparently students in US did, Livescience [bit.ly]
Astaga, banyak buruh bangunan rekonstruksi Aceh ditipu, tidak dibayar bahkan uang makan pun minim [bit.ly]
Brad Pitt and Angelina Jolie Split Rumors Not True, Say Sources [miniurl.com]


Korea yang sedang berusaha menyebarkan Hangeul sebagai bahasa internasional datang dengan menawarkan bantuan ekonomi bagi masyarakat Bau-Bau. Ini adalah bantuan yang baik untuk suku yang namanya mungkin belum pernah didengar sebagian besar pejabat pemerintahan Indonesia. Sisi positifnya mereka memperoleh bantuan secara finansial dan juga memperoleh keuntungan dengan kerjasama langsung dengan Korea. Mereka juga akan diajarkan untuk menulis bahasa asli mereka.
Namun menurut saya, kerjasama ini lebih banyak memiliki sisi negatif. Alasan untuk melestarikan bahasa asli Cia-Cia sendiri tidak begitu meyakinkan karena Indonesia menggunakan huruf latin untuk menulis bahasa resminya. Bahasa Cia-Cia sendiri sepertinya hampir serupa dengan bahasa suku lain yang memiliki rumpun yang sama (lihat contoh di gambar). Menggunakan alfabet yang sama sekali baru untuk menulis bahasa tradisional akan mempersulit masyarakat asli sulit menyesuaikan diri dengan sistem penulisan nasional di Indonesia. Para pelajar akan dibebani dengan pelajaran bahasa ekstra: Indonesia, Cia-cia dan penulisan dalam Hangeul, dan juga Inggris – sebagai standar kurikulum nasional. Penulisan dalam abjad Hangeul akan membuat bahasa Cia-Cia tidak bisa dipelajari suku lain, yang akhirnya mempersulit mereka untuk mempertahankan kebudayaan mereka di Indonesia.
Berdasarkan alasan di atas, saya tidak yakin penggunaan bahasa ini akan berhasil melestarikan sebuah bahasa suku asli di Indonesia. Saya rasa pemerintah Indonesia kecolongan dalam hal ini dan berharap semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan.


