Oleh: Mula Harahap
Cerita tercecer di bawah ini adalah pengalaman ibu saya ketika mengikuti kebaktian di HKBP Pulomas tahun 2004 yang lalu. Saya mencoba menuturkan apa yang diceritakan oleh ibu saya secara apa adanya dan mempostingnya di sini karena–menurut hemat saya–cerita ini bisa menggambarkan secara tepat tentang bagaimana kalau urusan politik dibawa-bawa masuk ke ranah agama.
SENANG BERSAMA YESUS. HE-HE-HE
Ketika kebaktian sedang berlangsung, menjelang khotbah, ada pengumuman yang mengatakan bahwa kami akan mendengarkan puji-pujian dari grup vokal ‘Senang Bersama Yesus’.
Lalu berdirilah enam perempuan dan tiga lelaki. Semua cantik-cantik dan gagah-gagah. Yang perempuan memakai kebaya warna biru dan di dadanya tersemat bunga besar–juga–berwarna biru. Yang lelaki memakai jas, kemeja berwarna biru dan dasi dengan motif yang menyerupai bintang atau salib warna merah-putih-biru. (Saya tak terlalu bisa membedakannya karena mata saya sudah rabun).
Grup vokal yang dipimpin oleh Nyonya Irsan Tanjung boru Siregar ini memperkenalkan diri. Katanya, mereka adalah kelompok yang terdiri dari anggota berbagai gereja. Mereka menamakan diri Grup vokal ,Senang Bersama Yesus’. (Berkali-kali perkataan ‘Senang Bersama Yesus’ itu ditekankan). Kehadiran mereka dalam kebaktian pagi ini adalah untuk mempererat jalinan persahabatan dengan jemaat HKBP Pulomas.
Sebagai wujud sukacita mereka, maka mereka datang untuk memberikan sumbangan uang sebesar 2 juta rupiah dan lagu-lagu pujian. Mereka juga berkata, bahwa pada akhir kebaktian nanti ada sekedar snack yang akan dibagikan kepada seluruh jemaat.
Lalu Bapak Sintua, yang mewakili jemaat, berdiri menerima sumbangan. Dan dalam sambutan balasannya ia mengatakan antara lain, “Ya, terimakasih. Semoga jalinan persahabatan antara jemaat HKBP Pulomas dengan grup vokal Senang Bersama Yesus…atau singkatnya
es-be-ye…tetap terjalin.” (Jemaat ‘gerr’. Saya bingung apa yang membuat mereka jadi gemuruh. Tapi saya sadar bahwa saya memang telah terlalu tua. Banyak hal yang sudah tak saya mengerti zaman sekarang ini. Kadang-kadang cucu saya mengatakan ‘ge-be-u’ untuk
‘God Bless You’ atau ‘be-te-we’ untuk ‘By The Way’).
Lalu grup vokal itu pun menyanyilah. Mereka menyanyikan beberapa lagu. Dan di antara lagu-lagu
yang dinyanyikannya adalah ‘Sonang Dilambung Yesus’ (Senang Bersama Yesus).
Begitulah, selesai kebaktian, sambil berjalan keluar, kepada masing-masing kami diberikan sebuah kotak. Kotaknya berwarna biru dan juga bertuliskan ‘Senang Bersama Yesus’. Di dalamnya ada donat dan beberapa penganan lain yang lezat-lezat. Tapi yang lebih menarik lagi ialah bahwa minuman kaleng yang ada di dalam kotak tersebut adalah Pepsi berwarna biru.
Kami semua senang dan tertawa-tawa. Dimana-mana terdengar orang menggumam atau berceletuk, “Es-be-ye…Senang Bersama Yesus…Es-be-ye…Senang Bersama Yesus…He-he-he…”
Saya berharap, keindahan persekutuan di jemaat ini akan semakin sempurna, kalau pada kebaktian hari Minggu tanggal 19 September 2004 mendatang ada pula kelompok grup vokal ‘Musa-Harun’ (misalnya), yang juga memberikan sumbangan jutaan rupiah bagi pembangunan gereja, serta membagi-bagikan snack kepada kami jemaat.
Saya berharap yang dibagikan nanti adalah es-krim (sebagai ganti manna), ayam goreng kentucky (sebagai ganti purung puyuh) dan sekaleng Coca Cola berwarna merah.
He-he-he. Sai na adong-adong do. (He-he-he. Ada-ada saza) [.]