Di Bandara Logan, Boston, sepulang dari Philadelphia, aku menanti jemputan. Seorang rahib Buddha yang masih cukup muda mendekatiku dan berdiri di sampingku. Kusapa dia, namun percakapan tak berjalan baik, karena sang rahib tak bisa berbahasa Inggris. Hanya sempat kuketahui, dia berasal dari Kamboja.
Lantas, ia mengeluarkan sekotak bungkus rokok, 555. Tinggal dua biji. Diambilnya satu dan diisap dengan bergitu nikmat. Itu kali pertama aku melihat seorang rahib Buddha merokok. Sesaat kemudian, seorang muda, bule bertatto, mendekatinya dan meminta rokok pada rahib tersebut. Dan rahib itu menyerahkan satu-satunya rokok yang tersisa kepada anak muda itu.
Di rumah, masih terus terbayang imaji seorang rahib Buddhist yang merokok. Kucari di Google dengan kata kunci: smoking Buddhist monk … dan ternyata ada banyak studi tentang kebiasaan merokok yang cukup tinggi di kalangan rahib Buddhist. 23.4% rahib Buddhist konon memiliki kebiasaan merokok1.
- lihat situs ini: [abc.net.au] [↩]