Hari ini kami sekeluarga menghadapi dua pengalaman “separation issue”. Pertama, Lito memulai hari pertamanya di Middle School. Untuk pertama kalinya ia harus naik Bus Sekolah sendirian. Kami sama sekali tidak kuatir, karena selama beberapa bulan terakhir dia sudah mulai ingin ditinggal sendirian di rumah. Ia sudah mulai mandiri. Ketika saya mengantarnya ke spot di mana bus sekolah berhenti, dia meminta saya pulang. Malu agaknya dia dengan beberapa teman baru yang juga menunggu di tempat saya sama.
Yang kedua, Dio (2 tahun, 7 bulan). Untuk pertama kalinya dia ke playing group-nya bersama supir yang menjemputnya dengan mobil. Kali ini Sofie dan saya sungguh-sungguh nervous. Sampai dengan mobil meninggalkan rumah, Dio tak menangis. Cukup menherankan. Mungkin dia belum menyadari bahwa dia ke sekolah sendirian. Bagaimana kalau di jalan dia menangis. Atau, bagaimana kalau terjadi apa-apa. Mungki, ada baiknya saya berhenti menonton film-film detektif dan kriminal kesukaan saya, karena sungguh memberi imaji mengerikan yang amat mengganggu. Salah satu film kesukaan saya adalah Without a Trace, yang selalu berkisah tentang orang yang hilang, kebanyakan karena diculik. Ah. mengerikan …
Saat entry ini ditulis (10.21am) tentulah Dio sudah selesai dengan kelompok bermainnya. Dia pasti sudah berada di dalam mobil dengan orang asing yang menjemputnya itu. 10 menit lagi pasti Sofie menelponku, memberi kabar, anak tersayang sudah kembali ke rumah.