(dimuat di Riau Pos Edisi Ahad, 11 MAret 2007) Eréndira tak menghiraukan lelaki itu. Dia mendedas berlari ke arah angin, lebih laju dari rusa, dan tak suatu suarapun di dunia ini dapat menghentikannya. Tanpa menoleh dia mencapai ke batas tempat sains alam kelautan berakhir dan gurun pun bermula, namun dia terus berlari dalam hujan panas jarum-jarum emas matahari terbenam yang tak pernah terbenam